
BAHASA INDONESIA
TENTANG

SARKASME
DALAM BAHASA
BUGIS

OLEH :
KELOMPOK SUKU BUGIS
Ø MUTAHARA
Ø SRI NIRMAWANTI
Ø SITTI NURHADIJA
Ø SITTI RUSDIANAH
Ø HARDIANTI SARISA
Ø ANITA DIAN PRATIWI
STAIN Kendari
2012/2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas
limpahan nikmatnya, baik itu berupa kesehatan maupun kesempatan, sehingga
sampai saat ini kita masih di berikan peluang untuk menuntut ilmu guna
mempertinggi derajat keimanaan kita, atas izin dan ridhonya jualah pemakalah
dapat menyelesaikan makalahnya yang berjudul SARKASME . Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada
junjungan kita, nabi Muhammad SAW yang telah di utus sebagai penerang jaan umat
manusia.
Disadari bahwa makalah ini masih banyak
kekurangan sehingga kami meminta kritik dan saran yang bersifat membangun,s
emoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi kita semua,
Amin Ya Robbal Alamin.
Kendari ,3 November 2012
Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR........................................................................... i
DAFTAR
ISI......................................................................................... ii
BAB I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang....................................................................................... 1
Rumusan
Masalah.................................................................................. 2
BAB I
PEMBAHASAN
Pengertian
Bahasa.................................................................................. 3
Bahasa
Bugis.......................................................................................... 3
Pengertian
Sarkasme...............................................................................4
Sarkasme Dalam Bahasa
Bugis..............................................................5
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan.............................................................................................8
Saran................................................................................... ....................8
Daftar Pustaka……………………………………………………….....9
Ii
BAB
I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Bahasa sebagai alat komunikasi yang
berperan penting dalam kehidupan bermasyarakat, dalam menyampaikan pendapat,
pikiran, perasaan atau maksud kepada orang lain, bahasa juga dapat di gunakan
secara lisan maupun tertulis,fungsi bahasa untuk menjaga hubungan sosial,
memiliki kategori yaitu, pertama meliputi pemakaian tutur kata, mengenai
ungkapan –ungkapan yang mengandug makna halus dan kasar , bahasa yang
mengandung makna kasar dapat menyakiti
hati seseorang , bentuk ungkapa bahasa yang demikian adalah SARKASME dan berbentuk majas atau bentuk kata kasar,
dari pernyataan di atas dapat di katakan bahwa sarkasme merupakan bentuk-bentuk
atau ungkapan-ungkapan kasar berupa cemohan/ sindiran yang tidak memiliki nilai
rasa yang sopan bila dituturkan secara
langsung.
1
Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas maka rumusan
masaahnya adalah sebagai berikut:
1.
Bagaimanah memahami
sarkasme itu sendiri
2.
Bagaimanah
menghindari sarkasme dalam bertutur kata kepada orang ain dalam
kehidupan sehari-hari sehiingga hubungan sosial dapat terjalin yang lebih baik.
2
BAB
II
PEMBAHASAN
1.1.
PENGERTIAN BAHASA
Bahasa
merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Manusia dapat
berinteraksi atau berkomunikasi dengan sesamanya melalui perantaraan bahasa.
Oleh karena itu, bahasa menjadi pembeda manusia dengan makhluk lainnya. Melalui
bahasa, manusia dapat mengekspresikan pikiran dan perasaannya, baik secara
lisan maupun tertulis kepada orang lain.
1.2.
BAHASA BUGIS
Bahasa Bugis
telah menjadi alat komunikasi dalam kehidupan masyarakat penuturnya. Masyarakat
penutur bahasa Bugis menggunakan bahasanya untuk berbagai tujuan. Dalam konteks
penggunaan bahasa Bugis di setiap daerah, tidak tertutup kemungkinan terdapat
pemunculan bentuk kata yang sama, tetapi memiliki makna yang berbeda. Perbedaan
makna sering menimbulkan perbedaan persepsi dan interpretasi antara pembicara
dengan pendengar, antara penulis dengan pembaca yang berbeda dialek atau daerah
asalnya. Dalam hal ini, kesalahan persepsi dan interpretasi terhadap makna kata
karena kata tersebut kemungkinan
memiliki makna lebih dari satu.
Penyebab lain adalah penggunaan eufemisme, yaitu penggunaan kata-kata halus
sebagai pengganti kata-kata yang dianggap memiliki makna kasar.
1.3.
PENGERTIAN SARKASME
Sarkasme adalah suatu majas, dimana majas
tersebut berupa kata penyindiran dalam sesuatu. Atau dengan kata lain
penyinggungan. Kata sarkasme biasa digunakan pada saat birokkrasi pada
pendemonstrasi, dimana pendemonstrasi, selalu berkata penyindiran tentang
sesuatu yang berkaitan dengan persoalan tersebut. Kata sarkasme juga banyak
ditemukan di pers tertentu yang selalu pembahasannya mengenai tentang
menjatuhkan seseorang. Kata sarkasme juga selain mengandung arti tentang
penyindiran, Kata sarkasme juga memiliki arti kasar yang berupa ejekan, untuk
seseorang. atau dengan kata lain sarkasme yaitu kata-kata yang pedas yang
digunakan untuk menyakiti hati atau perasaan orang lain.
1.4.
SARKASME DALAM BAHASA BUGIS
Ungkapan-ungkapan
yang bermakna sarkasme antara lain :
v
Atanna berarti budaknya. kata
budak merupakan kata yang membuat seseorang tersinggung, karna atanna mengandung makna yang kasar, alangka
baiknya menggunakan kata Juanna.
v
Manre berarti makan. Kata manre
dalam bahasa bugis mengandung makna yang tidak mempunyai nilai kesopanan . Alangka baiknya
menggunakan kata mabbura.
v
Panga berarti pencuri. Kata panga merupakan kata yang
sangat kasar dalam bahasa bungis, alangka baiknya smenggunakan kata makecca-kecca jari.
v
Lokkana berarti pergi yang mengandung
arti pamit. Kata lokkana dalam bahasa bugis jika diutarakan itu tidak sopan, bahasa yang lebih sopan
yaitu massimang.
v
Mate yang berarti mati, kata mati merupakan ungkapan
yang kasar yang tidak menjaga perasaan keluarga yang yang di tinggalkan, karena
kata mate digunakan pada hewan atau binatang.alangkah baiknya menggunakan kata Reweq ripammasena.
v
De’gaga yang berarti tidak ada kata
de’gaga mengandung arti yang kata membuat orang tersebut apabila orang tersebut
meminta sesuatu. Alangkah baiknya menngunakan Masempo.
v
Makuttu yang berarti malas, kata
makuttu mengandung arti yang kasar yang membuat orang tersinggung . Alangkah
baiknya menggunakan kata Matubeng.
v
Anna’na yang berarti anak. Kata
Anna’na mengandung arti yang kasar jika ditujuhkan oleh orang tua. Alangkah
baiknya bahasa yang digunakan adalah Wija.
v
Maketuang’nge yang berarti sekarat. Kata
maketuang’nge mengandung arti kasar,
karena tidak menjaga perasaan orang lain. Alangkah lebih baiknya untuk menjaga
perasaan orang lain yang sedang sekarat agar tidak tersinggung menggunakan Mallalengni .
v
Makunrai Makatte yang berarti pelacur. kata makunrai makatte mengandung arti kasar
bagi wanita malam. Alangkah baiknya menggunakan kata makunrai betta.
6
v
Mattampu yang berarti Bunting, kata mattampu mengandung arti kasar.
Alangkah baiknya kita menggunakan kata mallise
atau hamil .
v
Ma’tai yang berarti berak. kata ma’tai
mengandung arti kata yang tidak sopan sehinggah menimbulkan rasa jijik.
Sebaiknya menggunakan kata jambang yang berarti buang air besar.
v
Matamba’ko yang berarti Rakus atau banyak
makan. Kata matamba’ko mengandung arti menyindir orang yang sedang makan. Alangkah baiknya menggunakan kata Palecceki.
v
Mabalu yang berati Menjual. Kata mabalu mengandung arti kata kasar dalam
perdagangan. Alangkah baiknya kata yang digunakan seharusnya massapa dale yang berarti mencari
rejeki.
v
Malasa yang berarti Parah. Kata malasa mengandung arti kata kasar yang
tidak mengesankan bagi orang sakit. Alangkah baiknya kata yang digunakan untuk
orang sakit yaitu Makelu-kelu.
BAB
III
P
E
N
U
T
U
P
· Kesimpulan
Dari
pembahasan kalimat di atas dapat disimpulkan bahwa sarkasme adalah sebagai
proses tindakan komunikasi yang tidak beradab dalam bertutur kata, dengan
demikian bahasa dalam bentuk sarkasmme, adalah bentuk ungkapan dengan kata-kata
yang tiak dapat diterima oleh orang lain, karena tidak memiliki nilai kesopanan
sehingga dapat merusak hubungan sosial dalam berbahasa.
·
Saran
Disadari
bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan kelemahan, di sebabkan karena
kurangnya pemahaman mengenai sarkasme, maka di harapkan kritik dan saran yang
baik dari rekan-rekan mahasiswa maupun dosen yang sifatnya membangun demi
kesempurnaan makalah ini.
8
No comments:
Post a Comment