to my life :)

WELCOME TO MY LIFE

Friday, December 28, 2012

KALIMAT EFEKTIF BAGIAN I



Tugas Bahasa Indonesia

KALIMAT EFEKTIF BAGIAN I
 











Oleh:
Anita Dian Pratiwi
Nazra .H. Alimuddin
Amiruddin

STAIN KENDARI
2012/2013


KATA PENGANTAR

             Segala puji bagi Allah SWT karena dengan limpahan rakhmat dan karunianya kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik tak lupa pula kami mengirimkan shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada nabi besar Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya, serta semua pengikutnya  hingga hari kiamat semoga Allah SWT menempatkan mereka ditempat yang muliah disisinya.
Dalam  makalah ini yang membahas tentang “KALMAT  EFEKTIF BAGIAN 1” kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak kekurangan, oleh karena itu  kami sangat membutuhkan kritik dan saran yang sifatnya membangun sehingga kami dapat memeperbaiki kesalahan kami.
Dalam hal ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan masalah ini dengan baik walaupun kai menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan yang tidak terlepas dari kodrat manusia yang selalu khilaf.
Demikianlah insya Allah makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua sekian dan terima kasiah, wassalam



Kendari, 18 september 2012


Penulis


i

DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR...........................................................                  (i)
DAFTAR ISI...........................................................................                  (ii)
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang............................................................                  (1)
B.     Rumusan Masalah......................................................                  (2)
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Kalimat Efektif........................................                  (5)
B.     Syarat-syarat Kalimat Efektif....................................                  (5)
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan..................................................................                  (12)
B.     Saran............................................................................                  (12)
DAFTAR PUSTAKA










                                                        ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG
Kalimat adlah wadah pernyataan pikiran, pernyataan pikiran itu sendiri berasal dari pengembangan gagasan pokok dengan cara tertentu pikiran yang disampaikanmelalui berbagai bentuk kalimat diarahkan untuk mencapai sasaran atau efek tertentu sesuai dengan yang dimaksud pengguna bahasa yang bersangkutan. Proses penyampaian dan penerimaan pikiran dapat efetif. Kalimat efektif adalah kalimat yang mampu menyampaikan pikiran secara jelas kepada pembaca atau pendengar sehingga mencapai sasarannya. Kalimat efektiflah yang menyebabkan proses penyampaian dan panerimaan pikiran dapat berlangsung dengan baik.

Begitu juga halnya dalam penyusunan karya tulis ilmiah mengharuskan penulis menggunakan kalimat-kalimat efektif untuk mengembangkan gagasan-gagasannya. Kalimat yang demikian ditandai oleh adanya kepanduan unsur kalimat, kelogisan hubungan antar bagian kalimat, pemusatan perhatian pada bagian-bagian tertentu, dan kehematan penggunaan kata. Kalimat efektif menyelaraskan isi pikiran penulis dengan struktur kalimat yang benar menurut kaidah bahsa indonesia.

B.  RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dari makalh ini adalah
1.      Apa yang dimaksud dengan kalimat efektif ?
2.      Apa saja syarat-syarat kalimat efektei ?







1
BAB II
PEMBAHASAN
A.      Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagssan atau perasaan pembicara atau penulis dan sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya didalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang dipikirkan oleh pembicara atau penulis.


B.       SYARAT KALIMAT EFEKTIF
    Keterpaduan
  Keterpaduan adalah keterpaduan pernyataan dalam kalimat itu sehingga maksud atau informasi yang disampaikan tidak terpecah-pecah (sistematis)
·         Kalimat tidak bertele-tele dan harus sistematis
·         Kalimat yang padu menggunakan pola aspek-agen-verbal atau aspek-verbal-pasien
·         Diantara predikat kata kerja dan objek penderita tidak disisipkan kata daripada atau tentang.
Penyebab ketidakpaduan
Kalimat yang padu tidak bertele-tele dan tidak mencerminkan cara berpikir yang tidak sistematis. Oleh karena itu, kita hindari kalimat yang panjang dan bertele-tele misalnya :
Kita harus dapat mengembalikan kepada kepribadian kita orang-orang kota yang telah terlanjur rasa kemanusiaan itu dan yang secara tidak sadar bertindak keluar dari kepribadian manusia indonesia dari sudut kemanusiaan yang adil dan beradab.
Kalimat diatas bisa diperbaiki supaya menjadi kalimat yang padu.
Kalimat yang padu mempergunakan pola aspek + agen + verbal secara tertib dalam kalimat-kalimat yang berpredikat pasif persona.
a.    Surat itu saya sudah baca
b.    Saran yang dikemukakannya kami akan pertimbangkan
Kalimat diatas tidak menunjukkan kepaduan sebab aspek terletak antara agen dan verbal. Seharusnya kalimat itu berbentuk
a.     Surat itu sudah saya baca.
b.    Saran yang dikemukakannya akan kami pertimbangkan
                                                   2
Kalimat yang tidak padu perlu menyisipkan sebuah kata seperti daripada atau tentang antara predikat kata kerja dan objek penderita perhatikan kalimat dibawah ini :
a.       Mereka membicarakan dari pada kehendak rakyat
b.      Makalh ini akan membahas desain interior pada rumah-rumah adat
Seharusnya :
a.       Mereka membicarakan kehendak rakyat
b.      Makalh ini akan membahas desain interior pada rumah-rumah adat

Kepararelan
Kepararelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. artinya, bila dalam suatu kalimat menggunakan bentuk nominal berarti seterusnya menggunakn nominal. Apabila bentuk pertama menggunakan verba, bentuk kedua jaga menggunakan verba. Contohnya :
a.       Harga minyak dibekukan atau kenaikan secara luwes
b.      Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok Memasang penerangan, pengujian sistempembagian air, dan pengaturan tata ruang
Kalimat A tidak mempunyai kesejajaran karerna dua bentuk kata yang mewakili predikat terdiri dari bentuk yang berbeda, yaitu dibekukan dan kenaikan. Kalimat itu dapat diperbaiki dengan cara menyejajarkan kedua bentuk itu
a.       Harga minyak dibakukan atau dinaikkan secara luwes
Kalimat B tidak memiliki kesejajaran karena kata yang menduduki predikat tidak sama bentuknya yaitu kata pengecatan, memasang, pengujian, dan pengaturan. Kalimat itu akan baik kalau diubah menjadi predikat yang nominal, sebagai berikut :
b.      Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, pemasangan penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang.

Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Akan tetapi, bukan berarti menghilangkan kata atau frasa yang dapat memperjelas kalimat, kalimat hemat memiliki beberapa kriteria yaitu penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek.
Contoh :
-          Karena ia tidak diundang ia tidak datang ke tempat itu
-          Hadirin serentak berdirisetelah mereka mengetahui presiden datang
Perbaikannya
-          Karena tidak diundang, ia tidak datang ketempat itu
-          Hadirin serentak berdiri setelah mengetahui bahwa presiden datang
Penghematan dapat dilakukan dengan menghindarkan pemakaian superodinat pada hiponim kat contoh :
-          Ia memakai baju warna merah
-          Dimana engkau menangkap burung pipit itu ?
Perubahannya
 Ia memakai baju merah
-          Di mana engkau menangkap pipit itu ?
Penghematan dengan cara mebghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat contoh :
-          Dia hanya membawa badannya saja
-          Sejak dari pagi dia bermenung
Perbaikannya
-          Diaa hanya membawa badannya
-          Sejak pagi dia bermenung
Penghematan dapat dilakukan dengan cara tidak menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak, misalnya :
-          Para tamu-tamu
-          Beberapa orang-orang
Perbaikannya
-          Para tamu
-          Beberapa orang

Penekanan
Yang dimaksud dengan penekanan ialah suatu perlakuan penonjolan pada ide pokok kalimat. Dalam sebuah kalimat ada ide yang perlu ditonjolkan. Kalimat itu memberi penekanan atau penegasan pada penonjolan itu. Ada berbagai cara untik membentuk penekanan dalam kalimat. Meletakkan kata yang ditonjolkan itu didepan kalimat (di awal kalimat)
Contoh :
Presiden mengharapkan agar rakyat membangun bangsa dan negara ini dengan kemampuan yang ada pada dirinya.
Penekanannya ilah presiden mengharapkan
Contoh :
Harapan presiden ialah agar rakyat memebangun bangsa dan negaranya.
Penekanannya Harapan presiden
Jadi penekanan kalimatdapat dilakukan dengan mengubah posisi kalimat.
Membuat urutan kata yangbertahap
Contoh :
Bukan seribu, sejuta, atau seratus, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar.
Seharusnya :
Bukan seratus, seribu, atau sejuta, tetapi berjuta-juta rupiah, telah disumbangkan kepada anak-anak terlantar
Melakukan pengulangan kata (repetisi)
Contoh :
Saya suka kecantikan mereka, saya suka akan kelembutan mereka.
Melakukan pertentangan terhadap ide yang ditonjolkan
Contoh :
Anak itu malas dan curang, tetapi rajin dan jujur.
Mempergunakan partikel penekanan (penegasan)
Contoh :
Saudaralah yang bertanggung jawab

Kevariasan
Untuk membuat kalimat yang tidak monoton dan menjemukan, diperlukan adanya variasi. Kevariasian dapat ditempuh dengan berbagai cara berikut. variasi penggunaan kata
Contoh :
Pembicaraan itu membicarakan kenakalan mahasiswa (monoton)
Pembicaraan itu membahas kenakalan mahasiswa. (variatif)
Variasi dalam pembukaan kalimat
Contoh :
a.       Frasa keterangan tempat atau keterangan waktu diletakkan diawal kalimat.
Dari desa yang terpencil ia merantau ke bandung
b.      Penggunaan frasa verbal
Merombak kendaraan tua adalah kegemarannya.
c.       Penempatan klausa anak kalimat
Ketika ujian berlangsung, mahasiswa itu jatuh sakit
      
Bentukan kata
Salah satu penyebab kalimat tidak efektif adalah penggunaan bentukan kata berimbuhan yang tidak tepat
Contoh :
1.    Anak-anak melempari batu kedalam sungai.
2.    Guru menugaskan siswanya membuat karangan
Kalimat-kalimat tersebut tidak efektif karena menggunakan kata berimbuhan yang tidak tepat. Akhiran-i pada kata melempari pada kalimat 1 membutuhkan objek yang bergerak, sedangkan akhiran-kan pada kata menugaskan membutuhkan objek yang diam
Perbaikannya :
1.    Anak-anak melmparkan batu kedalam sungai
2.    Guru menugasi siswa membuat karangan

Struktur kalimat
Penyebab lain ketidakefektifan kalimat adalah pemakaian struktur kalimat yang tidak tepat. Misalnya, penempatan subjek dan predikat yang tidak jelas
Contoh :
1.      Di antara ketiga anaknya memiliki perbedaan sifat
2.      Kalau lulus ujian, maka saya akan mengadakan syukuran.
Kalimat 1 tersebut tidak efektif karena tidak ada subjeknya. Subjek kalimat tersebut terganggu oleh adanya preposisi sementara pada kalmat 2 induk kalimat saya akan mengadakan syukuran terganggu oleh munculnya konjungsi maka
Perbaikannya
1.      Ketiga anaknya memiliki perbedaan sifat
2.      Kalau lulus ujian, saya akan mengadakan syukura

Kesejajaran
Kesejajaran berarti kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat. Bila bentuk pertama menggunakan kata kerja, bentuk selanjutnya juga harus kata kerja, dan seterusnya
Contoh :
1.      Tugas para pekerja itu adalah mengecat rumah, perbaikan saluran air, dan pemasangan pagar
2.      Kegiatan hari ini adalah mengedit karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah.
Perbaikannya
1.      Tugas para pekerja itu adalah pengecatan rumah, perbaikan saluran air, dan pemasangan pagar.
2.      Kegiatan hari ini adalah pengeditan karangan yang masuk dan perbaikan kata-kata yang salah.

Kontaminasi
Dalam bidang bahasa, kontaminasi berarti kerancuan atau kekacauan penggunaan kata, frasa, maupun kalimat.
Contoh :
1.      Di yayasan itu dipelajarkan berbagai keterampilan wanita
2.      Kita harus mengenyampikan urusan pribadi kita
3.      Buku itu sudah dibaca oleh saya
Pada kalimat 1 dan 2 terdapat kerancuan bentuk kata dipelajarkan dan mengenyampikan sedangkan pada kalimat 3 terjadi kerancuan bentuk kalimat pasif.
Perbaikannya
1.      Di yayasan itu di ajarkan berbagai keterampilan wanita.
2.      Kita harus mengenyampikan urusan pribadi kita
3.      Buku itu sudah saya baca


Pleonasme
Gejala pleonasme berarti menggunakan kata-kata yang berlebihan yang sebenarnya tidak diperlukan sebenarnya.
Contoh :
1.      Pada zaman dahulu kala, kerajaan majapahit sangat berpengaruh
2.      Kesehatannya telah pulih kembali
Kedua kalimat tersebut menggunakan kata yang berlebihan. Pada kalimat 1 kata zaman = waktu = kala, jadi cukup digunakan salah satu saja sedangkan pada kalimat kedua kata pulih = kembali seperti semula.



















BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Adapun kesimpulan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Kalimat efektif adalah kalimat yang secara tepat dapat mewakili gagasan atau perasaan pembicara atau penulis dan sanggup menimbulkan gagasan yang sama tepatnya didalam pikiran pendengar atau pembaca
2.      Syarat kalimat efektif diantaranya keterpaduan, penyebab keterpaduan, kehematan, dan penekanan.

B.     SARAN
Tak ada gading yang tak retak begitupun juga dengan makalah ini masih jauh dari kriteria kesempurnaan oleh karena itu saran dan kritikan yang sifatnya membangun sangatlah kami harapkan untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi pada pembuatan berikutnya.






















DAFTAR PUSTAKA
Dwitya. Bahasa kuliah. Jakarta. PT. Macana Jayahttp,2006:
Eneng, Hernit dkk. Bahasa indonesia. Yogyakarta : Pokja Akademik   Sunan kalijaga 2005
S, Tanjung. Bunga Rampai. Jakarta. PT. Intan Pariwara Paramita,1998
Wiyamarta, Ahmad. 1991. Seni menggayakan kalimat. Yogyakarta : Kanisius
//www.google.com/paragraf bahasa indonesia
http://www.google .com/kalimat efektif

No comments:

Post a Comment