KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat
Allah SWT, karena berkat dan rahmatnyalah kami bisa bekerja dan berhasil
menyelesaikan makalah yang berjudul “penggunaan gejala bahasa pleonasme di
harian Koran kompas” tepat pada waktunya. Adapun tujuan penulisan makalah ini
untuk mengulas gejala bahasa pleonasme yang di gunakan dalam harian Koran
kompas.
Saya juga mengucapkan banyak terima
kasih kepada bapak dosen mata kuliah bahasa Indonesia dan kepada semua pihak
yang telah membantu menyelesaikan makalah ini. Saya menyadari bahwa makalah ini
masih jauh dari sempurna, untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yang
konstuktif dari pembaca demi perbaikan dan pembuatan makalah selanjutnya.
Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua.
DAFTAR ISI
KATA
PENGANTAR……………................................................................i
DAFTAR
ISI…………………......................................................................ii
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar
belakang……………………………..............................................1
B. Rumusan
masalah…………………………….........................................2
C. Tujuan
penulisan……………………………………..............................2
BAB
II PEMBAHASAN
A. Pengertian pleonasme …………………………………………................3
B. Jenis-jenis dalam gejala bahasa pleonasme………………….....…………4
C. Faktor-faktor gejala bahasa pleonasme…………………………………...5
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan…………………………………………….............................7
B. Saran……………………………………..................................…………..8
DAFTAR
PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar belakang
Di dalam pemakaian bahasa Indonesia
sehari-hari banyak di dengar dan di baca. Ternyata masih banyak kata-kata yang
rancu maupun kata-kata yang berlebihan. Pengucapan atau penulisan bahasa tersebut
secara sadar dan tidak sadar kata-kata yang berlebihan ini sebenarnya tidak
perlu di tambahkan, tetapi kadang-kadang untuk memperjelas suatu kata atau
kalimat. Untuk meluruskan penggunaan gejala bahasa tersebut.
B.
Rumusan masalah
Beberapa rumusan masalah yang akan
di bahas pada bab pembahasan antara lain :
·
Apa saja jenis-jenis bahasa pleonasme di
dalam harian Koran kompas ?
·
Factor apa yang menyebabkan bahasa
pleonasme ?
C.
Tujuan penelitian
·
Secara umum makalah ini untuk memberikan
pemahaman, wawasan dan pengetahuan tentang bahasa pleonasme kepada pembaca dan
kepada masyarakat.
·
Secara khusus makalah ini memberikan
pengetahuan dan wawasan di dalam bahasa Indonesia agar dapat memenuhi tugas
kuliah bahasa Indonesia, mengetahui jenis-jenis gejala bahasa pleonasme dan
factor yang menyebabkan penggunaan bahasa pleonasme.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian gejala bahasa pleonasme
Kata pleonasme berasal dari bahasa
bahasa latin yaitu “pleonasmus” yang artinya kata yang berlebihan. Sebenarnya
kata ini memperlihatkan pemakaian kata yang berlebihan sebenarnya tidak di
perlukan.
B.
Jenis-jenis atau macam pleonasme
Di dalam bahasa Indonesia ada 3
(tiga) jenis bahasa pleonasme yaitu :
1. Dua
kata atau lebih yang sama maknanya di pakai sekaligus dalam suatu ungkapan (
bersinonim, maksudnya mempunyai makna dasar yang sama tetapi konotasinya
berbeda ) contohnya, kata agar supaya, di dalam kalimat : saya belajar dengan
rajin agar supaya lulus.
Dalam
kata itu sebenarnya cukup menulis salah satunya, keduanya memiliki makna yang
sama karena kata itu juga bersinonim. Contoh lainnya yaitu mulai sejak, demi
untuk, dan sebagainya.
2. Dalam
sebuah ungkapan terdiri atas dua kata. Gejala bahasa pleonasme jenis yang kedua
ini yaitu penggunaan kata yang tidak di perlukan lagi karena makna yang
terkandung oleh kata itu sudah terkandung dalam kata yang pertama. Sering orang
mengucapkan turun ke bawah, naik ke atas tampil kedepan dan seterusnya.
Ungkapan seperti itu sudah di anggap sebagai gaya bahasa walaupun sebenarnya
kalau di pikirkan penggunaan kata kedua itu tidak perlu di gunakan lagi.
3. Gejala
bahasa pleonasme jenis ketiga ( di nyatakan dalam ungkapan terjadi penjamakan
atau gramatikal ). Misalnya di katakan :
1).
Dalam perjalanan keluar negeri itu presiden kunjungi beberapa Negara sahabat.
2).
Para tamu-tamu berdiri ketika upacara di mulai.
Perhatikan ungkapan beberapa
Negara-negara dalam kalimat pertama tidak sesuai dengan kalimat bahasa
Indonesia. Dalam bahasa Indonesia tidak terdapat gejala “ concord “ yaitu
penyesuaian seperti dalam bahasa inggris dan belanda. Bila kata bilangannya
satu, kata bendanya pun berbentuk tunggal, bila kata bilangannya dua atau
lebih, maka kata bendanya pun berbebtuk jamak.
Perhatikan bentuk para tamu-tamu
dalam kalimat ke dua. Kata para mengacu pada pengertian jamak, perulangan kata
benda tamu-tamu juga menunjukkan pengertian jamak. Jadi, pengertian jamak di
nyatakan dua kali. Berlebih-lebihan, bukan ? oleh karena itu, cukup bila di
katakan para tamu, atau dengan bentuk perulangan tamu-tamu.
C.
Faktor-faktor yang menyebabkan gejala bahasa pleonasme
Ada beberapa hal yang menyebabkan
orang memakai kata-kata yang berlebihan atau bahasa pleonasme, antara lain :
1. Seseorang
atau masyarakat sudah terlalu biasa membacanya atau menggunakannya, tidak terasa
lagi bahwa ungkapan itu mengandung pernyataan yang berlebihan.
2. Di
gunakannya bahasa daerah misalnya di alek manado
3. Masuknya
pengaruh bahasa asing misalnya gejala “ concord “ yaitu persesuaian contohnya
lima orang anak-anak, di dalam pemakaian bahasa Indonesia cukup di sebut “ lima
anak “.
4. Keinginan
seseorang menegaskan kata dengan tujuan agar menarik dan menegaskan kalimat.
D. Faktor-faktor pemakaian
pemakaian bahasa tidak mengetahui perbedaan bahasa yang baik dan benar dalam
harian Koran kompas
Ada beberapa faktor penyebabnya antara lain :
·
Kesalahan wartawan dalam menulis berita
·
Ke tidak hatian editor mengubah tulisan
·
Memperindah kata-kata agar ceritanya
menarik untuk di baca.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Jadi berdasarkan hasil penelitian dugaan mengenai dugaan
sementara saya yang ada di bab 1, ternyata masih di temukan kerancauan dan kata
yang berlebihan.
B. Saran
Berdasarkan hasil kesimpulan di atas di sampaikan kepada
pihak terkait di dalam penulisan harian Koran kompas sebagai berikut :
1.
Kepada semua wartawan agar sebelum
memberikan editor tulislah cerita yang benar di dalam penggunaan kata-kata,
kalimat.
2.
Kepada para editor agar berhati-hati
memilih dan menyunting berita yang di berikan oleh wartawan
DAFTAR
PUSTAKA
SARIRA,
HARDIANTI. 2012. Materi pokok bahasa Indonesia. Kendari : Stain kendari
TUGAS KELOMPOK
:
HARDIANTI
SARIRA
ANITA DIAN
PRATIWI
ROSDIANA
No comments:
Post a Comment