to my life :)

WELCOME TO MY LIFE

Friday, December 28, 2012

penggunaan gejala bahasa pleonasme di harian Koran kompas


KATA PENGANTAR
            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat dan rahmatnyalah kami bisa bekerja dan berhasil menyelesaikan makalah yang berjudul “penggunaan gejala bahasa pleonasme di harian Koran kompas” tepat pada waktunya. Adapun tujuan penulisan makalah ini untuk mengulas gejala bahasa pleonasme yang di gunakan dalam harian Koran kompas.
            Saya juga mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak dosen mata kuliah bahasa Indonesia dan kepada semua pihak yang telah membantu menyelesaikan makalah ini. Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yang konstuktif dari pembaca demi perbaikan dan pembuatan makalah selanjutnya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semua.









DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………................................................................i
DAFTAR ISI…………………......................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
A.      Latar belakang……………………………..............................................1
B.       Rumusan masalah…………………………….........................................2
C.       Tujuan penulisan……………………………………..............................2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian pleonasme …………………………………………................3
B. Jenis-jenis dalam gejala bahasa pleonasme………………….....…………4
C. Faktor-faktor gejala bahasa pleonasme…………………………………...5
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan…………………………………………….............................7
B. Saran……………………………………..................................…………..8
DAFTAR PUSTAKA











BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
            Di dalam pemakaian bahasa Indonesia sehari-hari banyak di dengar dan di baca. Ternyata masih banyak kata-kata yang rancu maupun kata-kata yang berlebihan. Pengucapan atau penulisan bahasa tersebut secara sadar dan tidak sadar kata-kata yang berlebihan ini sebenarnya tidak perlu di tambahkan, tetapi kadang-kadang untuk memperjelas suatu kata atau kalimat. Untuk meluruskan penggunaan gejala bahasa tersebut.
B. Rumusan masalah
            Beberapa rumusan masalah yang akan di bahas pada bab pembahasan antara lain :
·         Apa saja jenis-jenis bahasa pleonasme di dalam harian Koran kompas ?
·         Factor apa yang menyebabkan bahasa pleonasme ?
C. Tujuan penelitian
·         Secara umum makalah ini untuk memberikan pemahaman, wawasan dan pengetahuan tentang bahasa pleonasme kepada pembaca dan kepada masyarakat.
·         Secara khusus makalah ini memberikan pengetahuan dan wawasan di dalam bahasa Indonesia agar dapat memenuhi tugas kuliah bahasa Indonesia, mengetahui jenis-jenis gejala bahasa pleonasme dan factor yang menyebabkan penggunaan bahasa pleonasme.


BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian gejala bahasa pleonasme
            Kata pleonasme berasal dari bahasa bahasa latin yaitu “pleonasmus” yang artinya kata yang berlebihan. Sebenarnya kata ini memperlihatkan pemakaian kata yang berlebihan sebenarnya tidak di perlukan.
B. Jenis-jenis atau macam pleonasme
            Di dalam bahasa Indonesia ada 3 (tiga) jenis bahasa pleonasme yaitu :
1.      Dua kata atau lebih yang sama maknanya di pakai sekaligus dalam suatu ungkapan ( bersinonim, maksudnya mempunyai makna dasar yang sama tetapi konotasinya berbeda ) contohnya, kata agar supaya, di dalam kalimat : saya belajar dengan rajin agar supaya lulus.
Dalam kata itu sebenarnya cukup menulis salah satunya, keduanya memiliki makna yang sama karena kata itu juga bersinonim. Contoh lainnya yaitu mulai sejak, demi untuk, dan sebagainya.
2.      Dalam sebuah ungkapan terdiri atas dua kata. Gejala bahasa pleonasme jenis yang kedua ini yaitu penggunaan kata yang tidak di perlukan lagi karena makna yang terkandung oleh kata itu sudah terkandung dalam kata yang pertama. Sering orang mengucapkan turun ke bawah, naik ke atas tampil kedepan dan seterusnya. Ungkapan seperti itu sudah di anggap sebagai gaya bahasa walaupun sebenarnya kalau di pikirkan penggunaan kata kedua itu tidak perlu di gunakan lagi.
3.      Gejala bahasa pleonasme jenis ketiga ( di nyatakan dalam ungkapan terjadi penjamakan atau gramatikal ). Misalnya di katakan :
1). Dalam perjalanan keluar negeri itu presiden kunjungi beberapa Negara sahabat.
2). Para tamu-tamu berdiri ketika upacara di mulai.


            Perhatikan ungkapan beberapa Negara-negara dalam kalimat pertama tidak sesuai dengan kalimat bahasa Indonesia. Dalam bahasa Indonesia tidak terdapat gejala “ concord “ yaitu penyesuaian seperti dalam bahasa inggris dan belanda. Bila kata bilangannya satu, kata bendanya pun berbentuk tunggal, bila kata bilangannya dua atau lebih, maka kata bendanya pun berbebtuk jamak.
            Perhatikan bentuk para tamu-tamu dalam kalimat ke dua. Kata para mengacu pada pengertian jamak, perulangan kata benda tamu-tamu juga menunjukkan pengertian jamak. Jadi, pengertian jamak di nyatakan dua kali. Berlebih-lebihan, bukan ? oleh karena itu, cukup bila di katakan para tamu, atau dengan bentuk perulangan tamu-tamu.
C. Faktor-faktor yang menyebabkan gejala bahasa pleonasme
            Ada beberapa hal yang menyebabkan orang memakai kata-kata yang berlebihan atau bahasa pleonasme, antara lain :
1.      Seseorang atau masyarakat sudah terlalu biasa membacanya atau menggunakannya, tidak terasa lagi bahwa ungkapan itu mengandung pernyataan yang berlebihan.
2.      Di gunakannya bahasa daerah misalnya di alek manado
3.      Masuknya pengaruh bahasa asing misalnya gejala “ concord “ yaitu persesuaian contohnya lima orang anak-anak, di dalam pemakaian bahasa Indonesia cukup di sebut “ lima anak “.
4.      Keinginan seseorang menegaskan kata dengan tujuan agar menarik dan menegaskan kalimat.


D. Faktor-faktor pemakaian pemakaian bahasa tidak mengetahui perbedaan bahasa yang baik dan benar dalam harian Koran kompas
            Ada beberapa faktor penyebabnya antara lain :
·         Kesalahan wartawan dalam menulis berita
·         Ke tidak hatian editor mengubah tulisan
·         Memperindah kata-kata agar ceritanya menarik untuk di baca.


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
            Jadi berdasarkan hasil penelitian dugaan mengenai dugaan sementara saya yang ada di bab 1, ternyata masih di temukan kerancauan dan kata yang berlebihan.
B. Saran
            Berdasarkan hasil kesimpulan di atas di sampaikan kepada pihak terkait di dalam penulisan harian Koran kompas sebagai berikut :
1.      Kepada semua wartawan agar sebelum memberikan editor tulislah cerita yang benar di dalam penggunaan kata-kata, kalimat.
2.      Kepada para editor agar berhati-hati memilih dan menyunting berita yang di berikan oleh wartawan


DAFTAR PUSTAKA
SARIRA, HARDIANTI. 2012. Materi pokok bahasa Indonesia. Kendari : Stain kendari

TUGAS KELOMPOK :
HARDIANTI SARIRA
ANITA DIAN PRATIWI
ROSDIANA

No comments:

Post a Comment